Cara memanfaatkan BPJS Kesehatan Anda

Kami sebagai dokter sering menemukan bahwa banyak masyarakat yang masih kurang mengerti bagaimana cara menggunakan kartu JKN atau lebih sering disebut BPJS ini.

Terdapat beberapa poin yang ingin kami bahas pada kesempatan kali ini yaitu; jenis sakit apa yang bisa ditanggung oleh JKN, perbedaan perawatanbagaimana cara menggunakan, serta kondisi-kondisi JKN tidak bisa digunakan.

Jangan malu

Hal pertama yang ingin kami tekankan adalah, jangan pernah malu menggunakan JKN ini di rumah sakit atau klinik tertentu atau puskesmas, karena JKN merupakan program pemerintah kita yang menginginkan seluruh warga negaranya memiliki sebuah asuransi kesehatan yang bersifat universal. Jadi pemerintah kita ingin kita jika sakit menggunakan JKN ini.

Iuran orang sehat membayar perawatan orang sakit

Kedua, JKN ini sifatnya seperti asuransi, yaitu semua orang membayar iuran tertentu tiap bulan dikumpulkan menjadi suatu pool premi kemudian dari semua orang ini jika ada yang sakit akan dibayarkan biaya sakitnya dengan uang pool yang dikumpulkan bersama tadi. Jadi seolah-olah orang yang sehat membayar iuran JKN tiap bulan akan membayari orang yang sakit tiap bulannya juga, sehingga uang yang terbayarkan tiap bulan ini tidak bisa diharapkan dapat ditarik kembali (tidak seperti tabungan) karena sudah digunakan untuk membayar biaya pengobatan orang yang sakit (mungkin bukan kita).

Cara memiliki JKN

Ketiga, terdapat beberapa cara memiliki JKN. Bagi masyarakat kurang mampu, kartunya dicarikan melalui bantuan perangkat desa atau kelurahan dan iuran JKN-nya dibayarkan oleh pemerintah melalui dinas sosial. Dan bagi masyarakat lainnya membayar sendiri melalui skema potong gaji atau membayar langsung melalui bank. Adakah perbedaan status JKN dari kedua metode ini? Ada, yaitu JKN bagi masyarakat kurang mampu termasuk ke dalam “Kelas 3” sedangkan bagi yang membayar sendiri iurannya bisa masuk ke Kelas 1, Kelas 2, maupun Kelas 3 JKN.

Perbedaan perawatan JKN kelas 1, 2 dan 3

Apakah terdapat perbedaan pelayanan antara pasien JKN Kelas 1, 2 dan 3? Pada dasarnya perbedaan pelayanan pada pasien-pasien ini adalah pada kualitas ruangan perawatan pasien pada pasien rawat inap. Masing-masing rumah sakit memiliki ruangan-ruangan yang ditujukan khusus untuk merawat pasien-pasien JKN kelas tertentu. Misal rumah sakit A memiliki total jumlah x tempat tidur, biasanya akan terdapat sekian tempat tidur untuk merawat pasien JKN kelas 3, sekian tempat tidur untuk merawat pasien JKN kelas 2, sekian tempat tidur untuk merawat pasien JKN kelas 1, serta beberapa ruangan untuk merawat pasien VIP dan VVIP. Jumlah masing-masing tempat tidur ini tergantung kebijakan masing-masing rumah sakit. Oleh karena itu dimungkinkan suatu keadaan dimana Anda akan dirawat inap dan menggunakan JKN kelas 3 kemudian rumah sakit mengatakan tempat tidur pada kategori ini telah penuh dan Anda harus naik kelas JKN untuk bisa dirawat inap.

Perbedaan kualitas ruangan perawatan ini seperti apa? Kami sebagai dokter bisa mengatakan kepada Anda bahwa HANYA fasilitas di kamar rawat yang berbeda, yaitu satu kamar terdapat berapa orang sakit (Kelas 3 bisa 4-6 orang per ruangan, sementara kelas 1 hanya 1-2 orang per ruangan), kemudian ada tidaknya pendingin ruangan, dan tersedianya hiburan berupa TV, kulkas, kamar mandi pribadi, dll. Hal-hal seperti inilah yang berbeda antar kelas, kelas 1 lebih baik dari pada kelas 2, dan kelas 2 lebih baik dari kelas 3 fasilitas ruangannya. Nah bagaimana dengan dokter yang merawat? Sama persis antara kelas 1, 2 dan 3, tidak ada yang berbeda, semua dokter harus mengunjungi pasien disemua kelas rawat. Perawatnya bagaimana? oleh karena pasien yang dirawat dikelas 3 lebih banyak per ruangannya, maka perawat akan merawat lebih banyak orang dalam satu waktu. Terakhir bagaimana dengan obat-obatannya? Pasien JKN pada kelas 1 sampai 3 mendapatkan OBAT YANG SAMA. Setiap resep yang dikeluarkan oleh dokter di ruangan kelas 1, 2 dan 3 akan mendapatkan obat yang sama dari apotek, tidak terdapat perbedaan, jadi tidak usah khawatir. Misal di ruang rawat JKN kelas 1 dokter meresepkan antibiotik A, maka jika di JKN kelas 3 antibiotik A juga diperlukan maka akan bisa diberikan.

Jenis Penyakit Yang Ditanggung JKN

Secara umum hampir semua jenis penyakit ditanggung oleh JKN. Mulai dari sakit mata, tht, paru, jantung, tiroid, kulit, kencing manis, prostat, asma, usus buntu, patah tulang, operasi, dll sangat banyak jika dijelaskan. Namun terdapat beberapa penyakit yang tidak ditanggung JKN, konsepnya adalah JKN tidak menanggung KLB, penyakit terkait estetika seperti jerawat dan kecantikan, akibat tindak pidana, akibat percobaan bunuh diri, akibat ketergantungan obat dan alkohol, pengobatan mandul atau infertilitas, kecelakaan lalu lintas (karena ditanggung lebih dulu oleh jasa raharja), serta kecelakaan di tempat kerja (karena ditanggung oleh BPJS ketenagakerjaan).

Bagaimana cara menggunakan JKN

Jika Anda dalam kondisi gawat, misalnya nyeri hebat di bagian tubuh tertentu, sesak nafas, tidak bisa kencing, demam tinggi, pingsan, kejang, muntah-muntah hingga lemas, dll. Anda bisa langsung ke UGD dan mendapatkan perawatan seperti biasa dengan menyerahkan kartu JKN Anda, dan hal ini tidak dipungut biaya apapun.

Namun jika keadaan Anda tidak gawat darurat seperti kolestrol tinggi, asam urat tinggi, gejala kencing manis, benjolan di bagian tubuh tertentu, penyakit kulit tertentu, nyeri kronis, mata semakin kabur, batuk kronis, batuk darah, jalan sedikit sesak, nyeri dada hilang timbul, kedua kaki bengkak, dll, maka Anda lebih baik memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Primer yang tertera di kartu JKN, kemudian menyatakan keluhan Anda tadi ke petugas kesehatan disana, baru kemudian mereka akan memutuskan apakah sakit Anda bisa ditangani di FasKes Primer ini atau harus dirujuk ke FasKes Sekunder seperti rumah sakit. Dengan menggunakan JKN Anda akan mendapatkan surat rujukan dari FasKes Primer ini menuju ke FasKes di Rumah Sakit untuk diperiksa oleh dokter spesialis disana. Tergantung dari arahan dokter di FasKes Primer tadi apakah Anda akan mengunjungi poliklinis penyakit dalam, jantung, mata, kulit, bedah, atau yang lainnya. Di FasKes rumah sakit ini Anda tidak dipungut biaya apapun walaupun terdapat pemeriksaan penunjang seperti lab, x-ray, dll karena sudah ditanggung oleh JKN. Obat-obatannya pun disana akan lebih lengkap dibandingkan FasKes Primer dan tentu saja gratis. Sedikit minusnya adalah biasanya antreannya lumayan, mulai dari antre panggilan dokter, kemudian mengantre di apotek.

Kondisi-kondisi JKN tidak bisa digunakan

Pada dasarnya kondisi-kondisi JKN tidak dapat digunakan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, yaitu:

  1. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (meliputi rujukan atas permintaan sendiri dan pelayanan kesehatan lain yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan)
  2. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat
  3. Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja
  4. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas sesuai hak kelas rawat peserta
  5. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri
  6. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika 
  7. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas atau kemandulan
  8. Pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi
  9. Gangguan kesehatan atau penyakit akibat ketergantungan obat maupun alkohol
  10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri
  11. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan
  12. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen
  13. Alat dan obat kontrasepsi, kosmetik
  14. Perbekalan kesehatan rumah tangga
  15. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah
  16. Pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah (contohnya korban begal, tawuran, dan lain sebagainya)
  17. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti sosial
  18. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan ketentuan peraturan peundang-undangan
  19. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri
  20. Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan
  21. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.

Demikian penjelasan tentang JKN atau BPJS ini dari kami. Semoga dapat lebih membantu Anda lebih mengerti tentang program yang sangat baik dari pemerintah ini. Jika terdapat pertanyaan atau ingin diskusi lebih lanjut silakan tinggalkan balasan di kolom bawah ini. Terimakasih.

About the author

dr Yogi

View all posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *