Hipertensi Sekunder: Penyebab, Bahaya Tersembunyi, dan Cara Mengatasinya

Senin, 3 Maret 2025 11:56 WIB
Hipertensi - Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap

Hipertensi sekunder merupakan jenis tekanan darah tinggi yang dipicu oleh adanya kondisi medis tertentu. Berbeda dengan hipertensi primer, yang penyebabnya belum diketahui secara pasti, hipertensi sekunder memiliki pemicu yang jelas.

Kondisi ini sering kali terkait dengan gangguan pada pembuluh darah, fungsi ginjal, jantung, atau sistem endokrin. Penanganan hipertensi sekunder memerlukan pengobatan yang fokus pada mengatasi akar penyebabnya, bukan hanya melalui perubahan gaya hidup atau pemberian obat antihipertensi saja.

Hipertensi sekunder disebabkan oleh berbagai kondisi medis, salah satunya adalah gangguan pada ginjal. Ginjal berperan dalam menghasilkan hormon renin, yang membantu mengatur tekanan darah. Ketika ginjal mengalami gangguan, produksi hormon ini menjadi tidak normal, sehingga tekanan darah meningkat. Contoh penyakit ginjal yang dapat memicu hipertensi sekunder termasuk penyakit ginjal polikistik dan glomerulonefritis.

Selain itu, gangguan pada kelenjar adrenal juga dapat menjadi penyebab hipertensi sekunder. Kelenjar adrenal memproduksi hormon yang mengontrol tekanan darah, dan produksi hormon yang berlebihan akibat gangguan dapat memicu tekanan darah tinggi. Beberapa gangguan pada kelenjar adrenal yang sering dikaitkan dengan hipertensi sekunder meliputi:

  • Sindrom Cushing
  • Sindrom Conn
  • Pheochromocytoma

Hipertensi sekunder juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti gangguan pada kelenjar tiroid dan paratiroid, sleep apnea, serta koarktasio aorta. Faktor risiko lain termasuk obesitas dan penggunaan obat tertentu, seperti pil kontrasepsi, antidepresan, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Gejala hipertensi sekunder sering kali tidak langsung terlihat dan biasanya terkait dengan penyakit yang mendasarinya. Namun, ada beberapa tanda yang dapat membantu membedakan hipertensi sekunder dari hipertensi primer, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi muncul tiba-tiba sebelum usia 30 tahun atau setelah usia 55 tahun.
  • Tidak ada riwayat hipertensi dalam keluarga.
  • Penderita tidak mengalami obesitas.
  • Tekanan darah sangat tinggi, mencapai lebih dari 180/120 mmHg.
  • Hipertensi sulit dikontrol meskipun sudah mengonsumsi satu atau dua jenis obat antihipertensi (hipertensi resisten).

APIREX BHARATA

Dokter akan mendiagnosis hipertensi sekunder melalui wawancara medis, pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi kondisi medis lain yang mendasari. Beberapa pemeriksaan lanjutan yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Tes darah untuk mengevaluasi fungsi organ dan kadar hormon.
  • Tes urine untuk memeriksa fungsi ginjal dan kelenjar adrenal.
  • USG untuk melihat kondisi organ dalam, seperti ginjal.
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk memantau aktivitas listrik jantung dan mendeteksi masalah jantung.

Baca Juga  Komplikasi Berbahaya Akibat Hipertensi Portal yang Perlu Diwaspadai

Penanganan hipertensi sekunder bertujuan untuk mengatasi kondisi medis yang menjadi penyebab utama peningkatan tekanan darah. Dengan menangani kondisi tersebut secara efektif, tekanan darah tinggi akibat hipertensi sekunder dapat kembali ke tingkat normal.

Berikut adalah beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan:

  1. Perubahan Gaya Hidup
    Menerapkan gaya hidup sehat sangat penting untuk membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Hal ini mencakup konsumsi makanan bergizi, diet rendah garam, berhenti merokok, mengelola stres, membatasi konsumsi alkohol, rutin beraktivitas fisik, serta menjaga berat badan agar tetap ideal.
  2. Pengobatan untuk Menurunkan Tekanan Darah
    Dokter dapat meresepkan berbagai jenis obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien untuk membantu mengontrol tekanan darah. Pengobatan ini disesuaikan dengan penyakit atau faktor penyebab hipertensi sekunder.

Jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi sekunder dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Aterosklerosis atau penebalan pembuluh darah arteri.
  • Aneurisme otak, yaitu pelebaran pembuluh darah di otak yang dapat pecah.
  • Gangguan fungsi ginjal atau gagal ginjal.
  • Gagal jantung akibat tekanan darah yang tidak terkontrol.
  • Gangguan penglihatan karena kerusakan pembuluh darah di mata.
  • Penurunan fungsi otak.
  • Sindrom metabolik, yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Pencegahan hipertensi sekunder melibatkan penanganan penyakit yang menjadi penyebab utamanya. Untuk mencegah hipertensi secara umum, pola hidup sehat sangat penting. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mengonsumsi makanan kaya serat dan rendah lemak, seperti buah-buahan, sayuran, gandum utuh, dan produk susu rendah lemak.
  • Mengurangi konsumsi garam dalam makanan.
  • Menjaga berat badan ideal untuk mencegah obesitas.
  • Berolahraga secara rutin, minimal 30 menit sehari.
  • Menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan berhenti merokok.
  • Mengelola stres dengan melakukan aktivitas relaksasi, seperti yoga atau meditasi.

Baca Juga  Mengenal Penyebab Hipertensi Pulmonal: Faktor Risiko dan Jenisnya

Langkah-langkah ini dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Direkomendasikan mengonsumsi obat herbal yang aman dan terbukti efektif untuk mengobati hipertensi. Pilihan yang direkomendasikan untuk mengobati hipertensi adalah Apirex Bharata, rekomendasi obat hipertensi yang aman karena terbuat dari 100% bahan herbal, bebas dari efek samping. Apirex Bharata terbukti efektif mengobati hipertensi.

Solusi Kesehatan Terlengkap - Tanyadoc

Jika Anda ingin mendapatkan produk Apirex Bharata Anda bisa mencari informasi di Google atau Marketplace terpercaya favorit Anda.


Tambah Wawasanmu dengan Kuis: hipertensi!

Berlangganan Newsletter TANYADOC

Artikel Menarik Setiap Minggu! Daftar & Nikmati Bacaan Berkualitas!

This field is required.

Kami tidak mengirim spam! Baca privacy policy untuk informasi lebih lanjut.

Table of Contents

Artikel Terkait

Hipertensi - Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
Komplikasi Hipertensi: Dampak Serius pada Organ Tubuh
Hipertensi - Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
Penyebab Hipertensi: Kenali Jenis, Faktor Risiko, dan Kondisi yang Memicunya
Hipertensi Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
Diagnosis Hipertensi: Prosedur, Klasifikasi, dan Pemeriksaan Lanjutan
Hipertensi Bharata - Solusi Kesehatan Terlengakap
5 Cara Efektif Mengontrol Tekanan Darah pada Anak
Retinopati - Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
Waspada Retinopati Hipertensi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Kebutaan Akibat Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi - Solusi Kesehatan Terlengkap
Ancaman Tersembunyi, Waspada Gejala Hipertensi dan Solusi Mengatasinya
Hipertensi - Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
Hipertensi Pulmonal: Diagnosis, Pengobatan, dan Gaya Hidup Sehat
Komplikasi Hipertensi Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
Mengetahui Beberapa Penyakit Komplikasi Akibat Hipertensi
Hipertensi - Bharata
Mengenal Hipertensi Portal: Risiko, Dampak, dan Cara Penanganannya
garam berlebih
Bahaya Garam Berlebih, Ini Pilihan Aman untuk Hipertensi

Artikel Populer

Pelangsing - Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
7 Obat Pelangsing Herbal Terbaik: Aman, Alami, dan Efektif untuk Berat Badan Ideal
Obat pelangsing...
Cara Menambah Berat Badan Secara Alami
Cara Menambah Berat Badan Secara Alami
Memiliki tubuh yang...
Hipertensi - Solusi Kesehatan Terlengkap
Ancaman Tersembunyi, Waspada Gejala Hipertensi dan Solusi Mengatasinya
Hipertensi, atau...
Kolesterol - Bharata
Memahami Hiperkolesterolemia: Penyebab, Risiko, dan Pentingnya Pengelolaan Kolesterol
Hiperkolesterolemia...
Mengatasi Vertigo - Apirex Bharata
5 Cara Ampuh Mengatasi Vertigo untuk Perempuan Aktif, No. 5 Paling Direkomendasikan!
“Jangan biarkan...
Pelangsing - Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
6 Cara Membakar Lemak Perut yang Mudah & Efektif
Lemak menumpuk di...
Penyebab Sakit Gigi - Cloventa Bharata - Solusi Kesehatan Terlengkap
11 Penyebab Sakit Gigi yang Harus Diwaspadai dan Gejalanya
Penyebab sakit gigi...
Langkah-Langkah Pertolongan Pertama pada Gejala Stroke
Langkah-Langkah Pertolongan Pertama pada Gejala Stroke
Stroke ringan sering...
Kolesterol-Tinggi-tanyadoc
Waspadai Kolesterol Tinggi! Ini Gejala & Cara Mengatasinya
Kolesterol adalah...
metabolisme
Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh yang Lebih Baik di 2025
Apa Itu Metabolisme?Metabolisme...